Published On: Sel, Nov 17th, 2020

Silaturahmi Bakal calon Bupati sareung comunity BIKERS Cicalengka ” kadongkapan ‘ H DS BEDAS

Share This
Tags
Sekretariat Comunity kp.ANdir Majalaya ( Abah Ayi GMBI )

Sundanews.net Cicalengka Sekretariat comunity anu aya di jln raya Majalaya Kp Andir depan Mesjid. 25 mtr ti belokan ka pasirpogor,kasumpingan bakal calon Bupati bandung,rakeutna kanu janteun warga bandung kab.( khusus bandung Timur ) ieu calon bupati bandung teh tos aheng/ tos pada terang , sabab jiwa kasosialan .

majeungna popularitas anjeunna dugikeun ka hasil :

Survei LSI: Pasangan DS – Sahrul Gunawan Berpeluang Unggul di Pilkada Kabupaten Bandung

Oleh: Azis ZulkarnaenEditor: Redaktur Bandung1  15 Nov 2020 18:56

KBRN, Bandung: Pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan berpotensial untuk memenangi konstetasi Pemilihan Bupati Bandung 2020. Berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia Network Denny JA, pasangan Dadang-Sahrul miliki elektabilitas cukup tinggi, yakni 45,9 persen. Sementara, pasangan Kurnia Agustina-Usman Sayogi memiliki angka elektabilitas 28,9 persen. Sedangkan, Yena Iskandar Masoem-Atep Rizal hanya 13,4 persen.

Survei dilakukan pada 2-6 November 2020 dengan menggunakan metode standar, yakni multistage random sampling, wawancara tatap muka dan jumlah responden 440, dengan margin of error 4,8 persen.

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah, menerangkan, potensi kemenangan pasangan yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa  (PKB), Partai Nasional Demokrat (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini tercermin dari beberapa variabel penting dalam survei.

“Misalnya, dukungan unggul yang relatif merata di hampir semua segmen demografis seperti gender, usia, suku, agama, tingkat pendidikan, penghasilan, profesi,  bahkan pemilih parpol,” terangnya saat memaparkan hasil survei LSI Pilkada Kabupaten Bandung, Minggu,(15/11/2020).

Dari segi gender, pasangan DS-Sahrul memeroleh dukungan cukup besar dari kaum perempuan, yakni 50,9 persen. Sementara, kaum pria yang memilih keduanya berada di angka 40,9 persen. Sedangkan, Nia-Sayogi dipilih oleh 28,6 persen perempuan dan 29,1 persen pria. Lalu, Yena-Atep mendapat dukungan 10,0 persen kaum hawa, dan 16,8 persen pria.

“Keunggulan pasangan DS-Sahrul ini juga terpotret merata di hampir seluruh daerah pemilihan. Kecuali, dukungan cukup kompetitif dengan pasangan Kurnia-Sayogi yang diusung Partai Golkar di dapil 5. Yaitu, Majalaya, Paseh, Ibun, dan Solokanjeruk. Sahrul juga calon Wakil yang paling populer,” papar Toto yang juga Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA ini.

Tingkat keterkenalan Dadang di masyarakat berada pada angka 68,2 persen bersaing dengan Nia yang persentasenya 67,0. Sementara, Sahrul mendominasi tingkat keterkenalan diantara wakil bupati lain, yaitu 91,6 persen.

“Untuk tingkat kesukaan, Dadang masih yang tertinggi dengan 79,0 persen, disusul Nia dengan 75,6 persen. Sedangkan Sahrul memiliki tingkat ketersukaan di angka 87,6 persen, disusul Atep (79,6 persen), dan Sayogi (78,7 persen),” sebutnya.

Faktor lain yang bisa mengantar pasangan nomor urut tiga itu terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Bandung, lantaran Dadang miliki pemilih yang berkategori strong supporter atau pendukung militan yang tak akan berubah hingga hari-h pemilihan. Angkanya, diutarakan Toto, mencapai 24,5 persen. Disusul Nia (18 persen) dan Yena (5,0 persen).

Hanya saja, Toto menekankan, pasangan lain tetap miliki peluang menang, karena masih ada suara dari swing voter yang sangat besar, yaitu 52,2 persen. Pasalnya, kelompok ini masih ragu bahkan belum menentukan pilihan mereka untuk pemilihan mendatang.

“Pemilih yang seperti itu biasa disebut dengan lahan tak bertuan. Yaitu pemilih yang masih bisa diperebutkan oleh siapa saja,” cetusnya.

Tapi, dari pengalaman pihaknya melakukan survei selama ini, tidak mudah buat setiap pasangan bisa memperoleh dukungan suara dalam waktu yang kurang dari satu bulan ini, apalagi untuk bisa merebut separuh dari suara tak bertuan tersebut.

“Hanya tsunami politik dan politik uang yang bisa mengubah peta dukungan secara drastis. Bahkan, bisa membuat hasil survei meleset jauh,” ungkapnya.

Sebenarnya masih ada peluang untuk merebut soft supporter yang masih tinggi itu, yakni mendongkrak tingkat pengenalan masing-masing kandidat yang masih belum tembus 70 persen. Padahal, dari pengalaman selama ini, salah satu hukum besi untuk menang itu harus dikenal dengan minimal 70 persen. Idealnya, pada H-1 bulan itu, setiap kandidat harus mengantongi tingkat pengenalan di 80 persen keatas.

“Memang peluang menang lebih terbuka pada pasangan DS-Sahrul, karena baik calon bupati maupun wakilnya sudah memiliki, bukan saja tingkat kesukaan yang tinggi, juga elektabilitas yang tinggi juga. Misalnya, pada elektabilitas personal DS yang 40,0 persen, tapi begitu dipasangkan dengan Sahrul melesat ke 45,9 persen. Ada sumbangan cukup besar dari Sahrul,” urainya.

Sebaliknya dengan Nia yang secara personal memiliki elektabilitas 27,5, tapi begitu dipasangkan dengan Usman Sayogi, hanya naik 1 persen, yaitu 28,9. Sementara, pasangan yang lain, Yena-Atep, pengenalannya tak berbanding lurus dengan kesukaan. Misalnya, Atep cukup populer dengan 73 persen, tapi sebagai wakil tak banyak menyumbang elektabilitas saat dipasangkan dengan Yena yang tingkat pengenalannya baru 49 persen.

persaingan Pilkada kab bandung ketat pisan,mudah2n sok sanaos ketat,heunteu aya persaingan anu kaluar tina aturan pamarentah( bawaslu)WArga JABAR siapkeun diri sing asak-asak kanggo milih kapala Daerah sareung wakilna,kanggo kamajuan Jabar langkung Maju,Saur Jajang Jamaludin Wakil Paminpin Rdaksi sundanes.net. .Sn – Andri andriyana

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>